Bupati se-Indonesia Sepakat Kawal Pendidikan Berkarakter Pancasila

 Senin, 26 Agustus 2019 |   admin |   Daerah


Mempawah, Diskominfo - Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) menyepakati sejumlah hal dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang berlangsung di Bali, Rabu-Jumat (21-23/8).
Salah satu yang disepakati bupati se-Indonesia itu adalah pentingnya mengawal penerapan pendidikan berkarakter Pancasila. “Para bupati sepakat, bahwa di luar berbagai dinamika pembangunan terkait persoalan ekonomi, yang tidak kalah penting adalah menciptakan SDM berkarakter Pancasila, yang toleran, yang menjaga kebhinekaan,” ujar Ketua Umum Apkasi Abdullah Azwar Anas, Kamis (22/8).
Usai sesi rapat Apkasi yang dihadiri ratusan Bupati, sekretaris daerah, dan kepala dinas terkait. Anas mengatakan, bupati dan pemerintah kabupaten (pemkab) se-Indonesia berwenang mengelola lebih dari 35 juta siswa SD dan SMP, belum termasuk MTs dan MI yang perlu kolaborasi dengan Kementerian Agama. Mereka adalah calon generasi penerus bangsa yang perlu dipastikan dididik dengan paradigma Pancasila dan menghargai kebhinekaan di tengah ancaman radikalisme saat ini.
“Sehingga kelak kita punya SDM unggul, yang tidak hanya jago teknologi, jago sains, jago sastra, jago matematika, tapi juga toleran, menghargai perbedaan, merayakan keragaman Indonesia,” papar bupati Banyuwangi tersebut.
Anas menambahkan, sesuai dengan visi besar pemerintah pusat yang bakal fokus ke pembangunan SDM, pemerintah kabupaten menyiapkan respons kebijakan penguat dan pendamping dari kebijakan pemerintah pusat. Tentu saja dalam batas kewenangan yang dimiliki pemerintah kabupaten.
“Para bupati akan serius mengawal soal pendidikan berkarakter Pancasila ini. Karena ada data-data yang mengkhawatirkan di generasi muda kita terkait pandangan mereka terhadap nasionalisme. Para bupati tidak hanya akan mengawal perbaikan sekolah, tapi juga mengawal pendidikan berkarakter Pancasila ini,” ujarnya.
“Maka para bupati ini segera rutin bertemu dengan kepala sekolah SD, SMP, para pelajar, mengajak guru-guru sejarah untuk membangun perspektif kesejarahan nasionalisme bahwa bangsa ini dibangun dalam spirit merayakan seluruh perbedaan agama, budaya, suku, dan sebagainya,” pungkas Anas.

FAQ Terbaru

Link External

SEKILAS INFO

Minggu,11 April 2010 Anak yang mengalami gangguan tidur, cenderung memakai obat2an dan alkohol berlebih saat dewasa.   |  Minggu,11 April 2010 WHO merilis, 30 persen anak-anak di dunia kecanduan menonton televisi dan bermain komputer.   |  Minggu,11 April 2010 Menurut peneliti di Detroit, orang yang selalu tersenyum lebar cenderung hidup lebih lama.   |  Minggu,11 April 2010 Menurut United Stated Trade Representatives, 25% obat yang beredar di Indonesia adalah palsu.   |  Minggu,11 April 2010 Presiden AS Barack Obama memesan Nasi Goreng di restoran Bali langsung dari Amerika   |