Mempawah, PPID -  Bupati Mempawah, Hj Erlina membuka kegiatan bimbingan Penyuluh Agama Islam tentang Pengarusutamaan Modal Beragama dan Wawasan Kebangsaan, Selasa (16/2/2021) di Aula Balairung Setia Kantor Bupati Mempawah.

Kegiatan yang digelar oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mempawah ini turut dihadiri Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Kalbar, H Ridwansyah, dan para penyuluh agama se-Kabupaten Mempawah.

Di era perkembangan teknologi yang berjalan sangat pesat seperti sekarang ini, informasi sangat mudah didapatkan. Namun, dampak negatif dari penyebaran informasi tersebut juga senantiasa membayangi umat. Oleh karena itu, kata Erlina sangat diperlukan pembinaan terkait ilmu agama di masyarakat.

Sebagaimana diketahui pandemi COVID-19 yang menyerang di awal tahun 2020 lalu, memberikan dampak yang begitu besar pada berbagai sektor. Untuk itu, imbuh Erlina Pemkab Mempawah memahami keadaan tersebut, dan berusaha untuk konsisten mendukung agar para penyuluh agama tetap dapat melaksanakan tugas sebagaimana mestinya.

“Yaitu dengan mengeluarkan beberapa kebijakan, diantaranya dengan memberikan hibah berupa uang kepada organisasi keagamaan, rumah ibadah, maupun lembaga pendidikan islam pada tahun anggaran 2020,” kata Erlina.

Selain itu, lanjutnya, pada tahun 2021 Pemkab Mempawah telah mengalokasikan dana hibah sebesar 5,1 Milyar lebih untuk 7 organisasi islam, 15 lembaga pendidikan islam, 32 Mesjid, serta 6 gereja dan 1 lembaga pendidikan kristen.

Disamping itu, Pemkab Mempawah juga sangat menghargai tokoh masyarakat dan agama dengan memberikan tali asih setiap tahunnya, kepada masyarakat yang berperan di bidang keagamaan yang tidak termasuk dalam penyuluh agama.

“Untuk tahun 2020, Pemkab Mempawah telah memberikan tali asih kepada 416 orang, dan pada tahun 2021 ini bertambah jumlahnya menjadi 616 orang,” ungkapnya.

Oleh karenanya, Erlina berharap kepada para penyuluh agama, agar dapat memberikan pencerahan kepada masyarakat untuk turut serta mengikuti anjuran pemerintah seperti mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi ini.

Juga memberikan pemahaman agama yang sesuai dengan Al Quran dan hadits. Serta menjadi teladan di masyarakat dalam berkehidupan sosial agar tercipta kerukunan umat beragama.

“Penyuluh agama adalah sebagai mitra pemerintah dalam mendidik dan mengontrol pemahaman di masyarakat, mengantisipasi dampak negatif perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sehingga tercipta kehidupan sosial, dan kerukunan umat beragama,” harap Erlina.

Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Kalbar, H Ridwansyah, selaku narasumber dalam kegiatan ini mengatakan, berbagai macam kegiatan telah ditawarkan melalui Kementerian agama, baik itu melalui kegiatan online serta pembinaan secara langsung, maupun tidak langsung.

“Ini sudah kita siapkan sedemikian rupa, dalam rangka mengimbangi di media sosial dimana banyak sekali informasi yang tidak benar. Belum lama ini kita telah melaksanakan penulisan narasi positif dan ternyata mendapatkan respon yang luar biase,” katanya.

Selain itu, ungkap Ridwansyah, pihaknya juga mengadakan perlombaan cerita pendek melalui kegiatan penyuluh agama di lapangan. “Jadi, di tengah kondisi pandemi COVID-19 sekarang ini, yang kita perlukan adalah inovasi dalam rangka memberikan penguatan informasi yang benar kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap peran para penyuluh agama sangat penting sebagai ujung tombak karena berhadapan langsung dengan pembinaan di masyarakat.

“Oleh karena itu, yang harus kita perkuat adalah memahami regulasi, harus bijak dalam penggunaan di media sosial. Jangan sampai ketidakpahaman kita akan menimbulkan persoalan di kemudian hari,” imbaunya.

Terakhir Ridwansyah berharap kepada para penyuluh agar mampu menyesuaikan inovasi dengan pengembangan teknologi informasi, sehingga bisa menjembatani untuk berkomunikasi dengan para binaan. Disamping itu pesan-pesan yang disampaikan juga hendaknya menguatkan moderasi beragama,” pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Erlina menyerahkan paket sembako sebanyak 56 paket kepada para penyuluh non PNS yang terdampak COVID-19.